GROSIRAMAZONPLUS.COM | Situs Kesehatan Terbesar di Indonesia
Hotline: 0813-1588-7955
Hotline Pemesanan : 0813-1588-7955 / 0856-9575-7348 | COD JABODETABEK | Jam Kerja : 06.00 – 22.00 WIB

Membatasi Asupan Cairan Bagi Penderita Penyakit Gagal Ginjal

Pada dasarnya tubuh yang sehat biasanya membutuhkan hingga delapan gelas air sehari untuk menjaga keseimbangan cairan. Bagi orang-orang yang berada pada tahap selanjutnya dari penyakit ginjal kronis, jumlah cairan dapat menumpuk dalam tubuh dan menjadi sangat berbahaya. Oleh karenanya sangat penting untuk membatasi asupan cairan bagi penderita penyakit gagal ginjal.

Kontrol cairan bagi pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis

hemodialis atau cuci darahPembatasan cairan dapat membantu Anda merasa nyaman pada saat: sebelum, selama atau setelah sesi dialisis Anda. Meskipun dialisis menghilangkan kelebihan cairan dan limbah dalam tubuh, tetap saja tidak seefektif  kinerja organ ginjal sehat yang bekerja 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Kebanyakan orang yang menjalani hemodialisis mendapatkan perawatan tiga kali seminggu selama sekitar tiga jam atau lebih pada suatu waktu. Ini berarti, pada hari-hari antara perawatan dialisis Anda, tubuh Anda bisa mengalami kelebihan cairan dan limbah.

Kelebihan cairan dan limbah dalam tubuh dapat menyebabkan pembengkakan dan meningkatkan tekanan darah Anda, yang membuat jantung bekerja lebih keras. Terlalu banyak cairan juga dapat menumpuk di paru-paru, sehingga membuat sulit untuk bernapas.

Hemodialisis merupakan proses pembersihan darah dari zat-zat sampah, melalui proses penyaringan di luar tubuh. Namun, tetap saja ada batas pada seberapa banyak cairan bisa dihapus secara aman selama sesi dialisis. Jika cairan dan limbah yang menumpuk sangat banyak, kadang-kadang sesi dialisis tambahan mungkin diperlukan untuk menghapus semua cairan ekstra.

Membatasi asupan cairan bagi mereka yang menjalani dialisis peritoneal

pembatasan asupan cairan dialisis peritonealOrang-orang yang menjalani dialisis peritoneal ( dialisis yang menggunakan membran peritoneum sebagai sarana petukaran cairan dialisis, berbeda dengan hemodialisis yang melalui pembuluh darah) mungkin tidak memerlukan pembatasan asupan cairan yang lebih banyak, seperti halnya mereka yang menjalani hemodialisis. Hal ini karena perawatan dialisis peritoneal dilakukan setiap hari, tidak seperti hemodialisis, yang dilakukan beberapa kali seminggu.

Tapi tetap saja pasien peritoneal dialisis didorong untuk mengontrol asupan cairan dan jumlah cairan yang dikeluarkan saat dialisis. Terlalu banyak cairan masih dapat mengakibatkan komplikasi seperti pembengkakan, tekanan darah tinggi dan sesak napas.

Menentukan pembatasan cairan bagi pasien gagal ginjal

Pembatasan cairan dapat bervariasi untuk setiap pasien. Tergantung faktor-faktor seperti berat badan antara perawatan, urin dan bengkak. Jika Anda menjalani hemodialisis, berat badan Anda dicatat sebelum dan setelah sesi dialisis Anda. Perawat Anda menggunakan perubahan berat badan untuk membantu menentukan berapa banyak cairan yang dikeluarkan selama dialisis. Jika Anda menjalani dialisis peritoneal, perawat Anda akan meminta Anda untuk mencatat berat badan Anda setiap hari. Berat badan yang meningkat secara tiba-tiba bisa berarti Anda minum terlalu banyak cairan.

Untuk pasien dialisis, komplikasi akibat kelebihan cairan adalah:

  • Tekanan darah tinggi
  • Penurunan tekanan darah secara tiba-tiba (umumnya terjadi selama hemodialisis)
  • Sesak napas (dan dalam beberapa kasus, akibat cairan di paru-paru)
  • Masalah jantung, yang dapat mencakup denyut jantung cepat, otot-otot jantung melemah dan pembesaran jantung / jantung bengkak.

Jika Anda ingin memulai program latihan, biarkan dokter dan tim kesehatan tahu. Latihan dapat mengubah kebutuhan cairan Anda, terutama jika Anda berolahraga dan berkeringat lebih. Ahli diet Anda dapat membantu menentukan seberapa banyak cairan yang Anda butuhkan setiap harinya.

Tips untuk mengelola dahaga atau rasa haus Anda

Ahli diet Anda, serta sesama pasien, dapat memberikan banyak petunjuk bermanfaat untuk mengelola dahaga atau rasa haus. Berikut adalah beberapa tips untuk mengontrol rasa haus berlebih:

  • Membatasi jumlah natrium dan makanan pedas.
  • Menyadari cairan tersembunyi dalam makanan. Makanan dengan kadar air tinggi termasuk gelatin, semangka, sup, saus dan es krim.
  • Tetap tenang. Menjaga diri tetap tenang akan membantu mengurangi dahaga Anda. Cobalah minum cairan dingin bukannya minuman panas.
  • Minum sedikit-sedikit. Menghirup sedikit demi sedikit secara sering akan membuat rasa haus berkurang.
  • Cobalah es. Banyak pasien menemukan bahwa es lebih memuaskan daripada cairan. Anda juga dapat mencoba jus buah yang dibekukan di dalam nampan es batu.
  • Minum obat dengan makanan Anda, jika memungkinkan. LIHAT INFORMASI : Obat Herbal Gagal Ginjal
  • Melawan mulut kering dengan menggunakan obat kumur atau menyikat gigi. Mengisap irisan lemon atau jeruk nipis juga akan membantu.
  • Jika Anda memiliki diabetes, jagalah kadar glukosa darah tetap normal. Karena kadar glukosa darah yang tinggi akan meningkatkan rasa haus Anda.

Demikianlah tips atau informasi mengenai membatasi asupan cairan bagi penderita gagal ginjal. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda yang sedang menjalani hemodialis ataupun dialisis peritoneal.

Referensi : www.davita.com

Leave a Reply

Simple Share Buttons