GROSIRAMAZONPLUS.COM | Situs Kesehatan Terbesar di Indonesia
Hotline: 0813-1588-7955
Hotline Pemesanan : 0813-1588-7955 / 0856-9575-7348 | COD JABODETABEK | Jam Kerja : 06.00 – 22.00 WIB

Gejala Hiv Aids

Gejala HIV AIDS bervariasi, tergantung pada kekebalan tubuh individu masing-masing dan tahap penyakit HIV AIDS yang sedang di derita.

Tahap awal gejala HIV AIDS

Dalam waktu antara 2-4 minggu setelah infeksi virus HIV, kebanyakan penderita akan mengalami gejala mirip sakit flu, bisa juga digambarkan sebagai sakit flu terburuk yang pernah di derita. Gejala awal ini disebut juga sindrom retroviral akut atau infeksi HIV primer, dan gejala ini merupakan itu respon alami tubuh terhadap infeksi virus HIV. Selain seperti menderita flu parah, gejala awal lainnya bisa berupa:

  • Demam ( merupakan gejala hiv aids yang paling umum )
  • Pembengkakan kelenjar
  • Sakit tenggorokan
  • Ruam
  • Letih lesu
  • Nyeri otot dan sendi dan nyeri
  • Sakit kepala

Gejala-gejala hiv ini dapat berlangsung antara beberapa hari sampai beberapa minggu. Namun, Anda tidak harus segera mengasumsikan bahwa Anda memiliki HIV jika Anda memiliki gejala-gejala tersebut. Masing-masing gejala ini dapat juga disebabkan oleh penyakit lain. Sebaliknya, tidak semua orang yang terinfeksi virus HIV mengembangkan gejala awal. Banyak kasus pada orang dengan hiv aids tidak memiliki gejala sama sekali selama 10 tahun atau lebih.

Oleh karena ini sebenarnya Anda tidak dapat mengandalkan pada gejala awal, untuk mengetahui apakah Anda memiliki HIV. Satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti apakah Anda terinfeksi HIV adalah dengan uji laboratorium. Uji lab dapat dilakukan jika Anda berpikir Anda baru saja terkena HIV karena pernah berhubungan dengan orang yang positif HIV, atau Anda berbagi jarum untuk menyuntikkan obat dengan orang yang menderita HIV.

Baca juga : obat herbal hiv aids

Tahap Infeksi HIV AIDS Kronis

Setelah tahap infeksi awal HIV, penyakit hiv akan bergerak ke tahap selanjutnya yang disebut tahapan laten klinis. Yang berarti suatu periode dimana virus hidup atau berkembang dalam diri seseorang tanpa menghasilkan gejala. Selama tahap ini, orang yang terinfeksi virus HIV tidak mengalami gejala HIV, atau hanya merasakan gejala yang ringan. Tahapan ini disebut juga tahapan infeksi HIV tanpa gejala atau tahap infeksi HIV kronis.

Selama tahap infeksi HIV kronis, virus HIV bereproduksi pada tingkat yang sangat rendah, meskipun masih aktif. Jika Anda mengambil terapi antiretroviral (ART), Anda dapat berada pada tahap ini selama beberapa dekade karena pengobatan membantu menjaga virus di cek. Bagi orang yang tidak menggunakan terapi ART, tahap infeksi hiv kronis ini hanya berlangsung rata-rata selama 10 tahun, dan beberapa orang mungkin akan menuju tahap selanjutnya lebih cepat dari 10 tahun.

Yang terpenting untuk diingat bahwa orang-orang di masa bebas gejala ini masih dapat menularkan virus HIV kepada orang lain bahkan jika mereka masih melakukan terapi ART, meskipun ART juga mengurangi risiko penularan.

Gejala Akhir Infeksi HIV AIDS

gejala hiv aidsJika Anda memiliki HIV dan Anda tidak minum obat HIV (ART), akhirnya virus HIV akan melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda. Selama tahap akhir infeksi HIV AIDS, orang yang terinfeksi HIV mungkin memiliki gejala berikut:

  • Penurunan berat badan yang cepat
  • Demam atau bercucuran keringat di malam hari
  • Kondisi fisik melemah
  • Pembengkakan dari kelenjar getah bening di ketiak, selangkangan, atau leher
  • Diare yang berlangsung selama lebih dari seminggu
  • Luka pada mulut, anus, atau alat kelamin
  • Pneumonia
  • Timbul bercak merah, coklat, merah muda, atau keunguan pada kulit atau di dalam mulut, hidung, atau kelopak mata
  • Kehilangan memori, depresi, dan gangguan neurologis lainnya.

Masing-masing gejala ini dapat berhubungan dengan penyakit lain. Jadi, seperti disebutkan di atas, satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti apakah Anda terinfeksi HIV adalah dengan diuji. Banyak gejala parah yang dialami pasien penyakit HIV AIDS berasal dari infeksi oportunistik yang terjadi karena sistem kekebalan tubuh Anda telah rusak.

Referensi: www.aids.gov

6 Comments
  1. Untuk penderita hiv obat yg di minum apa ya pak

    • Menggunakan ARV dari dokter juga bisa dipadukan dengan obat-obatan herbal yang kami sarankan

  2. Apakah jika kita tinggal serumah dengan penderita hib dan kita sama2 tidak mengetahui dia terkena hiv.terus ada kontak langsung seperti tukeran baju,minum di gelas yg sama atau bekas air liurnya itu dpat menular ke kita

    • Tidak menular melalui sentuhan kulit, air liur ataupun melalui udara saat berbicara

  3. Apakah dengan berciuman/menelan air liur si penderita HIV,, Penyakit HIVnya akan menular.???

Leave a Reply

Simple Share Buttons