GROSIRAMAZONPLUS.COM | Situs Kesehatan Terbesar di Indonesia
Hotline: 0813-1588-7955
Hotline Pemesanan : 0813-1588-7955 / 0856-9575-7348 | COD JABODETABEK | Jam Kerja : 06.00 – 22.00 WIB

Awas Bahaya Darah Tinggi Pada Kehamilan

Awas bahaya darah tinggi pada kehamilan, bagi kaum pria yang juga berperan sebagai suami harus memperhatikan kondisi kesehatan istri yang sedang hamil. Seperti yang dikampanyekan pada iklan stasiun televisi, para pria harus menjadi suami siaga.

Apakah Efek dari Tekanan Darah Tinggi dalam Kehamilan?

bahaya darah tinggi pada kehamilanMeskipun banyak wanita hamil dengan tekanan darah tinggi memiliki bayi yang sehat tanpa masalah serius, namun sebenarnya tekanan darah tinggi bisa saja berbahaya bagi kehamilan dan janin. Wanita dengan, tekanan darah tinggi cenderung memiliki komplikasi tertentu selama kehamilan dari pada mereka yang memiliki tekanan darah normal. Tekanan darah tinggi dapat membahayakan ginjal ibu dan organ tubuh lainnya, dan dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan lahir rendah serta kelahiran prematur. Dalam kasus yang paling serius, ibu hamil dengan darah tinggi dapat mengembangkan preeklampsia atau toksemia, yang dapat membahayakan kehidupan ibu dan janin.

Apakah Preeklampsia itu?

Preeklampsia adalah suatu kondisi medis yang biasanya dimulai setelah minggu ke-20 kehamilan, yakni berhubungan dengan peningkatan tekanan darah dan protein dalam urin ibu (sebagai akibat dari masalah ginjal). Preeklampsia mempengaruhi plasenta, dan dapat mempengaruhi ginjal, hati, dan otak ibu. Ketika preeklampsia menyebabkan kejang, kondisi ini dikenal sebagai eklampsia, yang merupakan masalah serius karena dapat menyebabkan kematian pada ibu hamil juga penyebab utama komplikasi janin, yang meliputi berat badan lahir rendah, kelahiran prematur, dan kematian ketika lahir.

Siapa Lebih Kemungkinan untuk Mengembangkan Preeklamsia?

  • Wanita dengan hipertensi kronis.
  • Wanita yang pernah menderita tekanan darah tinggi atau preeklampsia selama kehamilan sebelumnya, terutama jika kondisi ini terjadi di awal kehamilan.
  • Wanita yang mengalami obesitas sebelum kehamilan.
  • Wanita hamil di bawah usia 20 atau di atas usia 40.
  • Wanita yang sedang hamil dengan lebih dari satu bayi.
  • Wanita dengan diabetes, penyakit ginjal, rheumatoid arthritis, lupus, atau scleroderma.

Bagaimana mendeteksi preeklampsia?

Sayangnya, tidak ada tes tunggal untuk memprediksi ataupun mendiagnosa preeklampsia. Tanda-tanda kunci yang biasa terjadi adalah adanya peningkatan tekanan darah dan protein dalam urin (proteinuria). Gejala lain yang bisa terjadi pada preeklamsia termasuk sakit kepala terus-menerus, penglihatan kabur atau sensitivitas terhadap cahaya, dan sakit perut. Namun semua gejala ini dapat disebabkan juga oleh gangguan lain, dan dapat terjadi juga pada kehamilan yang sehat.

Bagaimanan wanita hamil dengan darah tinggi mencegah masalah serius dalam kehamilan?

Hal yang dapat dilakukan adalah mengambil langkah-langkah untuk mengontrol tekanan darah Anda sebelum dan selama kehamilan, serta harus mendapatkan perawatan kehamilan secara rutin untuk memastikan kesehatan Anda dan bayi Anda.

Sebelum hamil:

  • Pastikan tekanan darah Anda selalu terkontrol, dengan cara perubahan gaya hidup seperti membatasi asupan garam Anda, berpartisipasi dalam aktivitas fisik ( berolahraga ) secara teratur serta menurunkan berat badan bila dirasa telah berlebih.
  • Diskusikan dengan dokter Anda bagaimana hipertensi dapat mempengaruhi Anda dan bayi Anda selama kehamilan, dan apa yang dapat Anda lakukan untuk mencegah atau mengurangi masalah.
  • Jika Anda mengambil obat untuk tekanan darah tinggi Anda, tanyakan kepada dokter apakah Anda harus membatasi dosis atau harus berhenti minum obat dokter nanti ketika kehamilan.
  • Anda dapat mengkonsumsi obat herbal darah tinggi untuk terus menormalkan tekanan darah tinggi Anda serta memperbaiki fungsi organ tubuh.

Saat Anda sedang hamil:

  • Mendapatkan perawatan medis yang teratur.
  • Hindari alkohol dan tembakau.
  • Bicaralah dengan dokter Anda tentang penggunaan obat darah tinggi yang kita pakai.

Apakah Darah Tinggi Pada Kehamilan Berhubungan Dengan Penyakit Jantung di Masa Depan

Efek dari tekanan darah tinggi selama kehamilan bervariasi tergantung pada gangguan dan faktor lainnya. Menurut National High Blood Pressure Education Program, darah tinggi pada kehamilan pada umumnya tidak meningkatkan risiko seorang wanita untuk mengembangkan hipertensi kronis atau masalah yang berhubungan dengan jantung. Namun dalam beberapa kasus beberapa wanita hamil, ada yang memungkinkan untuk mengembangkan tekanan darah tinggi atau penyakit jantung lainnya di kemudian hari. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan efek kesehatan jangka panjang dari gangguan hipertensi dalam kehamilan dan untuk mengembangkan metode yang lebih baik untuk mengidentifikasi, mendiagnosa, dan mengobati perempuan pada risiko untuk kondisi seperti ini. Meskipun tekanan darah tinggi dan gangguan terkait selama masa kehamilan bisa menjadi masalah serius, namun sebagian besar wanita dengan tekanan darah tinggi sukses menjaga kehamilannya. Mendapatkan perawatan prenatal dini dan teratur adalah hal yang paling penting yang dapat Anda lakukan untuk Anda dan bayi Anda.

Menanti-nantikan buah hati terlahir ke dunia merupakan hal yang paling menyenangkan bagi para calon ibu dan bapak di dunia. Semoga artikel tentang bahaya darah tinggi pada kehamilan ini dapat bermanfaat bagi para calon ibu dan bapak, dan semoga Anda selalu diberikan kesehatan pada masa kehamilan. Kami segenap tim www.grosiramazonplus.com mendoakan agar saat proses persalinan nanti, sang ibu dan bayi berada pada kondisi kesehatan yang prima.

Referensi : www.nhlbi.nih.gov

2 Comments
  1. Trimakasih atas informasinya, smoga ksuksesan slalu mnyrtai yg mmbuat artikel ini ????

  2. saya juga sering terkena darah tinggi

Leave a Reply

Simple Share Buttons